Showing posts with label Tuhan. Show all posts
Showing posts with label Tuhan. Show all posts

Sunday, April 8, 2018

Jasa Pembuatan Video Promosi Murah dan Berkualitas

Dewasa ini perkembangan teknologi semakin cepat merambah semua bidang kehidupan manusia. perilaku bijak dalam menyikapi perkembangan tersebut mesti menjadi keharusan. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi sebagai sarana promosi yang positif.

Pemanfaatan media video promosi yang professional telah memberikan dampak yang sangat signifikan terhadap perilaku konsumen dalam menentukan pilihan.

Untuk itu kami hadir memberikan penawaran jasa pembuatan video promosi dengan harga yang dapat terjangkau oleh semua kalangan.

Jasa Pembuatan video promosi yang kami tawarkan dapat disesuaikan dengan kemampuan finansial (mulai Rp. 50.000 sampai jutaan rupiah), kebutuhan, dan harapan konsumen.

Berikut beberapa contoh video promosi yang kami tawarkan.




Ini hanya beberapa contoh. Tentu masih banyak contoh video promosi yang telah kami sediakan.
Video promosi yang kami buat dapat di upload di YouTube, Instagram, Facebook, dan lain-lain dengan resolusi full HD.

Kami juga melayani jasa pembuatan multimedia pembelajaran, slide presentasi, dan video animasi





Proses pemesanan:
1. Komunikasi awal
2. Membuat kesepakatan
3. Pembuatan draft video promosi
4. Pembayaran 50%
5. Revisi draft video promosi
6. Finishing video promosi
7. Pembayaran pelunasan
8. Pengiriman video promosi siap pakai

Jika anda berminat, silahkan hubungi kami via  WA 081341519169

Tingkatkan jumlah penjualan anda dengan video promosi yang profesional.
Salam Sukses.

Saturday, December 9, 2017

Mahir Powerpoint Cara mengubah bentuk dan warna foto/gambar

Cara mengubah bentuk dan warna foto/gambar


Untuk menampilkan bentuk dan warna foto/gambar yang lebih menarik, dapat menggunakan fitur-fitur yang ada pada powerpoint. Hal ini dilakukan untuk menampilkan foto atau gambar yang monoton menjadi lebih menarik.
Di bawah ini salah satu contoh tampilan gambar dengan bentuk dan warna standar.


Untuk menampilkan gambar dengan bentuk dan warna yang lebih menarik, dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

1)      Seleksi foto/gambar yang akan dirubah
2)      Klik menu Format, crop, crop to shape, lalu akan mucul jendela pilihan shape seperti berikut.
3)      Pilih shape yang diinginkan, misalnya parallelogram.
Setelah shape Parellelogram diklik, maka foto/gambar akan berubah seperti gambar di bawah ini.




Foto/gambar akan berubah sesuai shape yang dipilih. Lakukan cara yang sama untuk mencari variasi bentuk yang lain.
4)  Ubah warna foto/gambar sesuai keinginan (serasikan) dengan cara seleksi foto/gambar lalu klik menu
      Format, Color, pilih warna yang sesuai misalnya sarutation 66%.


Atau dengan cara memilih More Variation, Gold, Accent 4 Darker 25% (sesuai keinginan)


Seuaikan pula warna objek yang lain, misalnya pada contoh ini menggunakan objek shape. Caranya dengan menyeleksi shape lalu klik menu Format, Shape fill¸ pilih Orange, Accent 2, Darker 25%. Hasilnya seperti gambar di bawah ini.


Untuk lebih memperindah tampilan, dapat menambahkan objek berupa shape yang sesuai yang ditempatkan di belakang foto/gambar. Dapat pula menambahkan variasi shadow atau yang lain pada shape dan foto/gambar dengan cara klik menu Format, Ficture Style, atau Ficture Effect.

 
Hasilnya akan terlihat lebih menarik seperti gambar di bawah.


Semoga bermanfaat. jangan lupa share untuk kebaikan bersama.

Wednesday, December 21, 2016

Tuhan disisa waktuku part 2

Waktu ibarat anak panah, sekali terlepas dari busurnya, melesat cepat dan mustahil akan kembali. Waktu yang telah berlalu hanya tinggal masa lalu dan sejarah. Tak ada seorangpun yang mampu kembali kemasa lalu. Waktu-waktu untuk bersujud yang tidak dimanfaatkan dengan baik tidak akan terganti sebagaimana layaknya.
Waktu juga bagaikan pedang, jika tidak dimanfaatkan dengan baik dan bijak, akan melukai bahkan dapat menjadi senjata yang mematikan.
Walaupun sebagian manusia yang mengandaikan waktu layaknya uang. Mereka mengatakan bahwa “waktu adalah uang”. Pengandaian ini tidak tepat bagi kaum mulslimin tapi tidak sepenuhnya salah. Jika kita melihat dari sudut pandang yang baik, maka mereka yang mampu memanfaatkan waktu efektif dan efisien sesuai dengan porsinya, akan memperoleh keberuntungan baik di dunia maupun di akhirat. Tapi jika dipandang dari sudut pandang materialistik, maka mereka yang berprinsip seperti ini, takut kehilangan waktu yang digunakan untuk mencari materi tanpa peduli bahwa materi yang mereka kejar sering kali melalaikan mereka untuk bersujud kepada Sang pemberi rezeki.
Manusia dengan segudang aktivitasnya sering lupa bahwa jarum jam tak pernah berhenti merangkak detik demi detik. Mereka sibuk dan bersedia menghabiskan waktu, mencucurkan keringat, membanting tulang, mencurahkan pikiran untuk sekedar mengumpulkan harta, mengejar popularitas, memperebutkan tahta yang sifatnya hanya sementara yang akan berakhir seiring waktu dan atau berakhirnya jatah hidupnya. Mereka tidak perduli dengan tugasnya untuk bersujud sebagai hamba yang justru akan menyelamatkannya disaat tidak ada lagi kekuatan dan daya selain kasih sayang dan keridhaan dari Sang Maha Kuasa dan Maha Perkasa.
Jika saja manusia mau mentadabburi bait demi bait dari lantunan adzan, maka akan tergambar jelas kemahakuasaan Allah, dan bagi mereka yang bersandar kepada Allah akan memperoleh kemenangan.
Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allah yang Maha Besar, tidak ada satupun mahluk-Nya yang melebihi kebesaran-Nya. Kekuasaan-Nya meliputi semesta alam. Yang menguasai kerajaan langit dan bumi. Yang maha mengetahui segala sesuatu, baik yang nyata maupun yang tersembunyi.
Asyhadu Allaa Ilaaha Illallahu. Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Kalimat tauhid ini menegaskan sebuah pengakuan bahwa hanya Allah yang berhak disembah. Tidak ada satupun zat lain yang bisa disembah kecuali Allah. Allah yang Maha Esa, tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, tidak dapat disetarakan dengan mahluk-Nya.
Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah. Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Persaksian ini menegaskan bahwa Rasulullah Muhammad SAW adalah manusia terbaik pilihan Allah yang menjadi uswatun khasanah sekaligus menjadi rahmatan lil alamin. Dalam sebuah buku yang sangat populer karya seorang ilmuwan non muslim menempatkan Muhammad SAW sebagai tokoh terbaik dan utama dari 100 tokoh berpengaruh di dunia.
Hayya Alas Shalah. Mari mendirikan shalat. Mendirikan shalat bukan hanya sekedar mengerjakan sebagai penggugur kewajiban, tapi lebih dari itu, pengejewantahan nilai-nilai shalat jika diaplikasikan dalam kehidupan nyata, maka shalat yang didirikan dengan sempurna akan menjadi benteng kokoh dalam menghindari perbuatan keji dan mungkar. Dilihat dari sudut pandang kesehatan, maka shalat yang didirikan berdasarkan syariatnya akan memberikan efek positif bagi kesehatan manusia.
Shalat juga merupakan tiang agama, sebagai pembeda dengan penganut agama lain. Mereka yang mendirikan shalat berarti telah mengokohkan agamanya, dan bagi mereka yang tidak mendirikan shalat sama halnya mereka telah meruntuhkan agamanya.
Hayya Alal Falah. Mari merebut kemenangan. Manusia yang mendirikan shalat karena panggilan iman merupakan pemenang dalam pergulatan melawan hawa nafsu. Mereka mampu menyingkirkan ego duniawi dengan segala kesenanangannya  menuju kepada hakikat penciptaannya yakni beribadah kepada Allah sang khalik. Kemenangan ini tidak hanya di dunia tapi juga kemenangan ketika mereka melalui fase-fase perjalanan menuju alam keabadian yang puncak dari semuanya yaitu ketika shalatnya menjadi miftahul jannah (kunci syurga).
Allahu Akbar, Allahu Akbar. Allah yang Maha Besar, Pengakuan akan kebesaran Allah kembali dipertegas. Bahwa Allah benar-benar Maha Besar. Tempat manusia menyandarkan harapan, pinta, dan do'a. Tempat manusia berharap ridho dan kasih sayang. Tempat manusia menggantungkan hidupnya disaat suka maupun duka.
Sebagian besar manusia bersandar pada mahluk, sementara mahluk adalah zat yang lemah dan mempunyai keterbatasan, meminta solusi pada manusia lain, sementara setiap manusia mempunyai masalah yang cukup rumit. Padahal Allah adalah satu-satunya zat yang memiliki kekuasaan yang tak terbatas, tempat bersandar yang tak rapuh, tempat meminta yang tak pernah lelah untuk memberi. Lalu mengapa manusia enggan untuk menyakini bahwa Allah maha besar?.
Laa Ilaaha Illallahu. Tidak ada Tuhan selain Allah. Hanya kepada Allah manusia menyembah dan meminta pertolongan. Tidak ada satupun yang berkuasa dan berkehendak atas sesuatu selain Allah yang Maha berkuasa atas segala sesuatu. Kesenangan yang diperoleh dan dipertontonkan oleh mereka yang mempersekutukan Allah hanyalah topeng. Padahal hakikatnya, mereka menemui kehampahaan, kerisauan, kecemasan, dan kegelisahan yang amat mendalam.
Begitu indahnya panggilan ini. Namum mengapa banyak manusia yang lalai? Mereka kebanyakan lebih tertarik pada lagu-lagu dengan bait-bait kemaksiatan, pertentangan, hura-hura, dan pelemahan jiwa. Yang dari segi makna saja sudah tidak mempunyai nilai dan moral.
Tuhan hanya ada di sisa waktu.
Seringkali Tuhan baru ada ketika manusia diperhadapkan pada masalah, musibah, kerugian, malapetaka, kehancuran, dan lain sebagainya. Dimana Tuhan ketika mereka diberi waktu, kesehatan, dan  kesenangan? Mengapa Tuhan hanya ada di sisa waktu?
Pada hakekatnya Allah tidak membutuhkan mahluk-Nya. Tanpa mahluk, Allah tetaplah Tuhan. Allah tidak memerintahkan banyak kepada mahluk-Nya. Allah hanya ingin mahluk-Nya menyadari hakikat penciptaannya. Allah tidak meminta bayaran dari segala fasilitas yang diberikan kepada mahluk-Nya. Masih belum cukupkah kasih sayang Allah? Masih belum cukup pemurahkah Allah kepada mahluk-Nya? lalu, Mengapa Allah hanya ada di sisa waktu?
Manusia menghabiskan waktu hanya untuk mempercantik penampilan dan memperbanyak harta kekayaan duniawi. Mengumpulkan harta dan bermegah-megahan telah melalaikan mereka. Mereka mengira bahwa semua itu dapat menyelamatkan mereka. Sekali-kali tidak. Jangankan di hari kemudian, pada saat sakaratul maut saja, harta yang mereka kumpulkan, jabatan yang mereka perebutkan, kekuatan yang mereka banggakan, bahkan orang-orang yang mereka sayangi tidak akan menolong mereka.
Selain itu, mereka jarang bahkan hampir tidak pernah menata hati. Padahal hati adalah lentera menuju sang pencipta, Allah rabbul alamiin.
Dua hal yang menyebabkan manusia menempatkan Allah disisa waktu, yakni tidak bersabar atas ketetapan-Nya dan tidak bersyukur atas pemberian-Nya.
Manusia yang bersabar atas ketidak nyamanan ketetapan-Nya akan menerima dengan ikhlas segala apa yang terjadi dan menimpanya. Tidak akan menjadikan peristiwa itu sebagai penyebab keputus asaannya. Senantiasa bersandar hanya kepada Allah. Mereka yakin bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Bukankah Allah telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan? Ada baik ada buruk, ada susah ada senang, ada sedih ada gembira, ada tangis ada tawa, dan lain sebagainya. Mereka yakin bahwa Allah tidak akan membebankan sesuatu kepada hamba-Nya di luar batas kemampuan hamba-Nya.
Manusia yang bersyukur atas pemberian-Nya akan menggunakan segala apa yang diperoleh dijalan yang semestinya. Terus menambah keimanannya, bahwa Allah benar-benar maha pengasih lagi maha penyayang. Kemudahan dan kelebihan yang mereka miliki tidak lalu menjadikan mereka terlena dan lupa diri lalu mengkufuri nikmat yang telah dianugrahkan kepadanya.
Sebagai ilustrasi. Ada seorang pemuda yang diajak ke masjid untuk menunaikan shalat. Pemuda itu menolak dengan jawaban "Saya belum bisa ke masjid karena saya masih mengerjakan segala sesuatu sendirian. Nantilah bila saya telah mempunyai pasangan hidup, saya baru bisa ke masjid". Setelah mempunyai pendamping, pemuda itu diajak lagi ke masjid. Jawabannya adalah "Waduh istri saya orangnya penakut. Nanti bila kami mempunyai anak, ada yang menemani istri saya, saya akan ke masjid". Begitu diberi anak oleh Allah, diajak lagi ke masjid, tetap saja memberi alasan, "Maaf saya belum bisa ke masjid, anak kami rewel betul, ibunya kerepotan mengurusnya sendiri. Mudah-mudahan jika anak kami sudah besar, saya berkesempatan ke masjid. Saat anak mereka sudah besar, masih saja ada alasan yang dibuatnya. Katanya "Anak kami sudah besar, tapi ibunya hamil lagi, saya tidak tega meninggalkannya dalam keadaan hamil".
Lalu kapan kesempatan itu ada? Bukankah hidup ini terus berjalan dengan berbagai kesibukan dan alasan? dan mengapa Tuhan hanya ada di sisa waktu?

Andaisaja manusia mau sejenak menggunakan mata hatinya untuk merenungi hakekat penciptaannya, memikirkan proses pergantian siang dan malam, menyaksikan fenomena alam dan berbagai tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di alam ini, maka  mereka akan takjub akan kemaha kuasaan Allah.

Baca juga postingan saya yang lain:
1. Root, stem, basis dalam kajian morfology pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/root-stem-and-bases.html
4. Anjungan pantai Manakarra Sulbar pada http://kadaruddinemy.blogspot.com/2017/02/pantai-sulbar.html

Monday, December 19, 2016

TUHAN DI SISA WAKTUKU

TUHAN DI SISA WAKTUKU
Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang terbaik diantara ciptaan-Nya. Penciptaan manusia disertai dengan segala macam sarana pendukung agar manusia dapat melangsungkan kehidupannya hingga batas akhir yang telah ditentukan. Manusia dibekali dengan akal dan nafsu sebagai pembeda dengan mahluk lainnya.
Selain akal dan nafsu, manusia juga dibekali dengan pedoman berupa kitab suci al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya yang dapat menuntun manusia untuk mencapai kebahagiaannya di dunia dan keselamatannya di hari kemudian. Mereka yang menjadikan al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya sebagai pedoman, tidak akan tersesat oleh keindahan fatamorgana dunia yang melenakan.
Allah yang menciptakan manusia, maka tentu Allah tahu betul apa yang dibutuhkan oleh manusia, walaupun terkadang manusia tidak memahami bahwa apa yang terjadi merupakan hal yang terbaik untuk dirinya. Naluri manusia selalu menginginkan segala sesuatu yang terjadi harus sesuai kehendaknya.
Berbagai aturan telah ditetapkan oleh sang pencipta. Termasuk urusan waktu. Waktu yang disediakan untuk hamba-Nya tidak lebih dari dua puluh empat jam setiap harinya. Waktu ini diperuntukkan bagi siapapun tanpa mengenal pangkat, jabatan, suku, ras, status sosial, atau yang lainnya.
Dari waktu yang ada, Allah hanya meminta hamba-Nya untuk bersujud di lima waktu sehari semalam sebagai kewajibannya ditambah beberapa waktu yang bersifat sunnah sebagai pelengkap kehambaannya.
Namun demikian, banyak hamba-Nya yang tanpa merasa berat mengucapkan "Saya sedang sibuk","Sebentar lagi","Nanti juga bisa","Terlambat sedikit tidak mengapa" dan banyak kalimat alasan lainnya yang sering terucap saat suara adzan menggema.

Mereka takut kehilangan waktu dua sampai lima menit sekedar untuk menjawab panggilan-Nya. padahal diusia mereka saat ini, mereka tidak pernah menghitung berapa banyak waktu yang telah disia-siakan. Bisakah mereka merasa sibuk ketika seseorang mengajak nonton atau berpesta hingga pagi hari?. Sanggupkah mereka menjawab "sebentar lagi" saat seseorang menawarkan pekerjaan yang upahnya lumayan?. Pernahkah mereka mengatakan "nanti juga bisa" atau "terlambat sedikit tak mengapa" untuk hal-hal yang sifatnya duniawi?.

Baca juga postingan saya yang lain:
1. Root, stem, basis dalam kajian morfology pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/root-stem-and-bases.html
4. Anjungan pantai Manakarra Sulbar pada http://kadaruddinemy.blogspot.com/2017/02/pantai-sulbar.html