TUHAN DI SISA WAKTUKU
Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang terbaik diantara
ciptaan-Nya. Penciptaan manusia disertai dengan segala macam sarana pendukung
agar manusia dapat melangsungkan kehidupannya hingga batas akhir yang telah
ditentukan. Manusia dibekali dengan akal dan nafsu sebagai pembeda dengan
mahluk lainnya.
Selain akal dan nafsu, manusia juga dibekali dengan pedoman berupa
kitab suci al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya yang dapat menuntun manusia untuk
mencapai kebahagiaannya di dunia dan keselamatannya di hari kemudian. Mereka
yang menjadikan al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya sebagai pedoman, tidak akan
tersesat oleh keindahan fatamorgana dunia yang melenakan.
Allah yang menciptakan manusia, maka tentu Allah tahu betul apa yang
dibutuhkan oleh manusia, walaupun terkadang manusia tidak memahami bahwa apa yang
terjadi merupakan hal yang terbaik untuk dirinya. Naluri manusia selalu
menginginkan segala sesuatu yang terjadi harus sesuai kehendaknya.
Berbagai aturan telah ditetapkan oleh sang pencipta. Termasuk urusan
waktu. Waktu yang disediakan untuk hamba-Nya tidak lebih dari dua puluh empat
jam setiap harinya. Waktu ini diperuntukkan bagi siapapun tanpa mengenal
pangkat, jabatan, suku, ras, status sosial, atau yang lainnya.
Dari waktu yang ada, Allah hanya meminta hamba-Nya untuk bersujud di
lima waktu sehari semalam sebagai kewajibannya ditambah beberapa waktu yang
bersifat sunnah sebagai pelengkap kehambaannya.
Namun demikian, banyak hamba-Nya yang tanpa merasa berat mengucapkan
"Saya sedang sibuk","Sebentar lagi","Nanti juga bisa","Terlambat
sedikit tidak mengapa" dan banyak kalimat alasan lainnya yang sering terucap
saat suara adzan menggema.
Mereka takut kehilangan waktu dua sampai lima menit sekedar untuk
menjawab panggilan-Nya. padahal diusia mereka saat ini, mereka tidak pernah
menghitung berapa banyak waktu yang telah disia-siakan. Bisakah mereka merasa
sibuk ketika seseorang mengajak nonton atau berpesta hingga pagi hari?.
Sanggupkah mereka menjawab "sebentar lagi" saat seseorang menawarkan
pekerjaan yang upahnya lumayan?. Pernahkah mereka mengatakan "nanti juga
bisa" atau "terlambat sedikit tak mengapa" untuk hal-hal yang
sifatnya duniawi?.
Baca juga postingan saya yang lain:
1. Root, stem, basis dalam kajian morfology pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/root-stem-and-bases.html
2. morpheme, morp, allomorph pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/morpheme-morph-alllomorph.html
3. Konsep dasar morfologi pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/02/konsep-dasar-morfologi-terdapat.html
4. Anjungan pantai Manakarra Sulbar pada http://kadaruddinemy.blogspot.com/2017/02/pantai-sulbar.html
5. Keterampilan mengajar padahttps://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/01/keterampilan-mengajar.html
6. Tuhan disia waktuku Part 2 pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2016/12/tuhan-disisa-waktuku-part-2.html
7. Tuhan disisa waktuku Part 1 pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2016/12/tuhan-di-sisa-waktuku.html
8. Media dan multimedia pembelajaran pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/media-dan-multimedia-pembelajaran.html
8. Media dan multimedia pembelajaran pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/media-dan-multimedia-pembelajaran.html
dan lain-lain di https://kadaruddinemy.wordpress.com/
According to me morphology is a branch of biology that deals with the form and structure of animals and plants.
ReplyDelete