Monday, December 19, 2016

TUHAN DI SISA WAKTUKU

TUHAN DI SISA WAKTUKU
Allah menciptakan manusia sebagai mahluk yang terbaik diantara ciptaan-Nya. Penciptaan manusia disertai dengan segala macam sarana pendukung agar manusia dapat melangsungkan kehidupannya hingga batas akhir yang telah ditentukan. Manusia dibekali dengan akal dan nafsu sebagai pembeda dengan mahluk lainnya.
Selain akal dan nafsu, manusia juga dibekali dengan pedoman berupa kitab suci al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya yang dapat menuntun manusia untuk mencapai kebahagiaannya di dunia dan keselamatannya di hari kemudian. Mereka yang menjadikan al-Qur'an dan sunnah rasul-Nya sebagai pedoman, tidak akan tersesat oleh keindahan fatamorgana dunia yang melenakan.
Allah yang menciptakan manusia, maka tentu Allah tahu betul apa yang dibutuhkan oleh manusia, walaupun terkadang manusia tidak memahami bahwa apa yang terjadi merupakan hal yang terbaik untuk dirinya. Naluri manusia selalu menginginkan segala sesuatu yang terjadi harus sesuai kehendaknya.
Berbagai aturan telah ditetapkan oleh sang pencipta. Termasuk urusan waktu. Waktu yang disediakan untuk hamba-Nya tidak lebih dari dua puluh empat jam setiap harinya. Waktu ini diperuntukkan bagi siapapun tanpa mengenal pangkat, jabatan, suku, ras, status sosial, atau yang lainnya.
Dari waktu yang ada, Allah hanya meminta hamba-Nya untuk bersujud di lima waktu sehari semalam sebagai kewajibannya ditambah beberapa waktu yang bersifat sunnah sebagai pelengkap kehambaannya.
Namun demikian, banyak hamba-Nya yang tanpa merasa berat mengucapkan "Saya sedang sibuk","Sebentar lagi","Nanti juga bisa","Terlambat sedikit tidak mengapa" dan banyak kalimat alasan lainnya yang sering terucap saat suara adzan menggema.

Mereka takut kehilangan waktu dua sampai lima menit sekedar untuk menjawab panggilan-Nya. padahal diusia mereka saat ini, mereka tidak pernah menghitung berapa banyak waktu yang telah disia-siakan. Bisakah mereka merasa sibuk ketika seseorang mengajak nonton atau berpesta hingga pagi hari?. Sanggupkah mereka menjawab "sebentar lagi" saat seseorang menawarkan pekerjaan yang upahnya lumayan?. Pernahkah mereka mengatakan "nanti juga bisa" atau "terlambat sedikit tak mengapa" untuk hal-hal yang sifatnya duniawi?.

Baca juga postingan saya yang lain:
1. Root, stem, basis dalam kajian morfology pada https://kadaruddinemy.blogspot.co.id/2017/03/root-stem-and-bases.html
4. Anjungan pantai Manakarra Sulbar pada http://kadaruddinemy.blogspot.com/2017/02/pantai-sulbar.html

1 comment:

  1. According to me morphology is a branch of biology that deals with the form and structure of animals and plants.

    ReplyDelete