Morfem Infleksi
dan Derivasi
Kita dapat membuat
perbedaan lebih lanjut tentang morfem terikat dalam bahasa Inggris. Salah satu
jenis morfem terikat yakni morfem derivasi yang digunakan untuk membentuk kata-kata baru atau membuat kata-kata dari kelas tata bahasa yang berbeda
dari akar katanya. (Yule, 2010:69).
Misalnya,
penambahan morfem -ize, mengubah kata sifat normal menjadi kata kerja normalize.
Demikian pula, kita dapat menurunkan kata sifat helpful dan helpless dengan
menambahkan morfem -ful dan -less pada kata benda help.
Tipe kedua dari
morfem terikat yaitu morfem infleksi yang digunakan untuk menunjukkan beberapa
aspek fungsi gramatikal suatu kata. Morfem infleksi digunakan untuk menunjukkan
apakah sebuah kata tunggal atau jamak, apakah itu lampau atau tidak, dan apakah
itu bentuk komparatif atau posesif.
Sebenarnya,
infleksi terdapat dalam banyak bahasa, tetapi dibandingkan dengan bahasa lain
di dunia, infleksi dalam bahasa Inggris hanya sedikit. Saat ini hanya ada
delapan morfem infleksi dalam bahasa Inggris.
ditunjukkan pada daftar
di bawah ini:
Inflectional Morphemes are suffixes only (in English)
-s
3rd per. sg. Present
-ed
past
-ing
progressive
-en
past participle
-s/es
plural
-‘s
possessive
-er
comparative
-est superlative
Perbedaan antara
Morfem Derivasional dan Infeksi
Ada beberapa
perbedaan antara morfem infleksional dan derivasional.
Pertama, morfem
infleksional tidak pernah mengubah kategori gramatikal (bagian dari ucapan)
suatu kata. Sebagai contoh, tall dan taller semuanya adalah kata
sifat. Morfem infleksional (penanda komparatif) hanya menghasilkan bentuk yang
berbeda dari kata sifat tall.
Namun, morfem derivasi
sering mengubah kelas kata. Sebagai contoh, kata kerja read menjadi kata
benda reader ketika ditambahkan morfem derivasi -er. Secara sederhana
dapat dikatakan bahwa read adalah kata kerja, tetapi reader adalah
kata benda. Namun demikian, terdapat beberapa morfem derivasi tidak mengubah kelas
kata.
Sebagai contoh, awalan
derivasional seperti re- dan un- dalam bahasa Inggris umumnya tidak mengubah
kategori kata yang dilekatinya.
Jadi, baik kata happy
maupun unhappy adalah kata sifat. Contoh lain, pada kata kerja,
misalnya, akhiran derivasional -hood dan -dom, seperti kata neighborhood
dan kingdoom, juga merupakan contoh morfem derivasi yang tidak mengubah
kategori gramatikal dari kata yang mereka lekati.
Kedua, ketika
sufiks derivasional dan sufiks infleksi ditambahkan pada kata yang sama, mereka
selalu muncul dalam urutan relatif tertentu di dalam kata. Yaitu, sufiks
infleksi mengikuti sufiks derivasional. Dengan demikian, derivasi (-er)
ditambahkan pada kata read, maka infleksi (-s) ditambahkan untuk
menghasilkan kata readers.
Demikian pula,
dalam orgaize menjadi organizes. infleksi -s ditempatkan setelah akhiran
-ize. Ketika akhiran infleksi ditambahkan pada kata kerja, seperti pada kata organizes,
maka kita tidak dapat menambahkan akhiran derivasi lagi. Tidak boleh membentuk kata
seperti organizesable, dengan infleksi -s sebelum derivasional
-able karena morfem infleksi harus ditempatkan setelah morfem derivasional dan
melekat pada kata dasar atau batang kata.
Untuk itu, Akmajian
et al. (2010:46) menyatakan bahwa morfem derivasi menunjukkan lapisan kata
"bagian dalam", sementara sufiks inflektif menandai lapisan kata
"bagian luar".
Ketiga, perlu
ditekankan bahwa beberapa morfem derivasi tertentu berfungsi untuk menciptakan
bentuk dasar baru atau batang baru yang dapat kita tambahkan imbuhan derivasi atau
infleksi lainnya. Sebagai contoh, imbuhan -atic untuk membentuk kata sifat dari
kata benda, seperti dalam kata-kata seperti systematic dan problematic.
Selanjutnya, kita
dapat menambahkan -al pada dua kata ini untuk membentuk systematical dan
problematical. Demikian pula, akhiran derivasi -ize sering ditambahkan
untuk membentuk kata kerja dari kata sifat, seperti dalam modernize, dan
kita dapat menambahkan sufiks infleksi -s (modernizes) pada verba tersebut.
Singkatnya, kita dapat menyatakan bahwa afiks derivasi tertentu menghasilkan
anggota baru untuk kelas kata tertentu, tetapi afiks infleksi selalu
ditambahkan ke anggota yang tersedia dari kelas kata tertentu.
Beberapa
Pengecualian dalam Morfologi Bahasa Inggris
Seperti dalam
banyak bahasa di dunia, bahasa Inggris juga memiliki beberapa penyimpangan atau
pengecualian dalam morfologinya. Sejauh ini, kita hanya memiliki kata-kata
bahasa Inggris yang dicontohkan di mana berbagai morfem infleksi dan
derivasional dapat dengan mudah dikenali sebagai unit minimal yang berbeda dari
makna atau fungsi tata bahasa.
Morfem jamak -s
melekat pada kata boy, dan menjadi jamak yakni boys. Meskipun
sebagian besar kata benda jamak dalam bahasa Inggris dengan menambahkan –s,
beberapa kata benda membentuk bentuk jamak mereka secara tidak teratur. Contoh
khas dari bentuk jamak yang tidak beraturan dalam bahasa Inggris adalah man-men, woman-women, foot-feet,
mouse-mice, tooth-teeth, sheep-sheep, and deer-deer.
Ada juga
pengecualian dalam bentuk kata kerja lampau dalam bahasa Inggris, misalnya began, broke, went
dan ran. Untuk tujuan pedagogis, sebagian besar penulisan buku
teks tata bahasa menyertakan daftar panjang pengecualian dalam morfologi bahasa
Inggris ini.
No comments:
Post a Comment