Sunday, March 22, 2020

Proses Pembentukan Kata bagian 1

The Hierarchical Structure of Words
Carolyn Mc. Manis dkk.  (1991) mengatakan ada dua fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan melekat pada pangkalnya. Pertama, pangkal yang diberi imbuhan yang secara normal dapat  berkombinasi pada jenis kata yang sama. Sebagai contoh, akhiran –able dibubuhkan pada kata kerja, tetapi tidak pada kata sifat atau kata benda. Dengan demikian, kita bisa menambahkan akhiran ini pada kata kerja seperti; adjust, break, compare dan debate. Tetapi tidak pada kata sifat seperti; asleep, lovely, happy dan strong atau pada kata benda seperti; anger, morning, student dan success. Kedua, kata-kata yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau morfem secara normal juga merupakan kelas kata yang sama. Misalnya, ungkapan yang diakibatkan oleh tambahan –able pada kata kerja selalu menjadi kata sifat. Dengan demikian kata adjustable, breakable, comparable, dan debatable semuanya adalah  kata sifat.
Kedua fakta tersebut menjadi acuan penting dalam membentuk kata-kata baru dari kata yang dibentuk yang memiliki dua atau lebih morfemnya. Hal ini menunjukkan bahwa kata-kata dibentuk berdasarkan hirarkinya. Kata-kata yang mempunyai lebih dari satu imbuhan tidak dibentuk dengan satu langkah, akan tetapi dibentuk berdasarkan aturan penambahan imbuhan pada kata dasarnya.
Sebagai contoh pada kata unuseable, yang dibentuk dari awalan un-, stem use, dan akhiran -able. Untuk membentuk kata unuseable, harus memperhatikan struktur hirarkinya, yakni, awalan un- yang bermakna negasi/penyangkalan hanya dipasangkan dengan kata sifat untuk membentuk kata sifat yang lain (misalnya; unkind, unwise, dan unhappy). Selanjutnya akhiran -able dipasangkan dengan kata kerja untuk membentuk kata sifat. (misalnya; stopable, doable, dan washable). Oleh karena itu, awalan un- tidak dapat dipasangkan dengan use karena use adalah kata kerja, bukan kata sifat. Sehingga, yang lebih dahulu dipasangkan adalah akhiran -able pada kata use, sehingga menjadi useable dengan kelas kata sifat lalu awalan un- dipasangkan dengan useable sehingga terbentuk kata unuseable.
Berikut ini beberapa contoh kata sifat yang terbentuk dari kata kerja yang ditambahkan dengan akhiran -able:
         kata kerja   +-able              = kata sifat
         adjust         - able               = adjustable
         break          - able               = breakable
         compare     - able               = comparable
        debate        - able               = debatable
        lock            - able               = lockable
        use              - able               = usable
Lain halnya dengan prefiks re- yang berfungsi membentuk kata kerja baru dari kata kerja yang sudah ada.
Sebagai bahan perbandingan adalah kata sifat reusable. Kata sifat ini terdiri dari tiga morfem. Yaitu morfem bebas use, dan dua morfem terikat atau imbuhan derivasional yaitu awalan re- dan akhiran –able. Awalan re­ tidak bisa langsung dipasangkan dengan useable karena awalan re- hanya dapat dipasangkan pada kata kerja untuk membentuk kata kerja yang lain (misalnya redo, relive, refuel) sementara useable adalah kelas kata sifat, seperti yang diterangkan di atas bahwa sufiks –able adalah pembentuk kata sifat dari kata kerja.
lanjutkan dengan klik https://lamaccamultimedia.blogspot.com/2020/03/proses-pembentukan-kata-bagian-2.html

2 comments:

  1. NAMA : YUYUN REGITA CAHYANI
    NIM : 190230072

    PROSES PEMBENTUKAN KATA BAGIAN 1
    According to the text, I can conclude that ada 2 fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan mlelekat pada pangkalnya.
    1. Pangkal yang diberi imbuhan secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. For example : akhiran –able yang dibubuhkan pada verb, tetapi tidak berlaku pada adjective maupun noun. Deengan demikian kita bisa menambahkan imbuhan ini pada kata kerja adjust, break, compare dan debate. Tidak bisa pada adjective asleep, lovely, happy dan strong. Pada noun seperti anger, morning, student dan success.
    2. Kata yang dihasilkan dari penambahan imbuhan secara normal juga merupakan kelas kata yang sama. Misalnya, ungkapan yang diakibatkan oleh tambahan able pada kk menjadi kata sifat. Dengan demikian kata adjustable, breakable, comparable, dan debatable semuanya adalah kata sifat.
    Berikut ini beberapa contoh kata sifat yang terbentuk dari kata kerja yang ditambahkan dengan akhiran -able:
    kata kerja +-able = kata sifat
    adjust - able = adjustable
    break - able = breakable
    compare - able = comparable
    debate - able = debatable
    lock - able = lockable
    use - able = usable
    Lain halnya denga prefix re- yang berfungsi membentuk kata kerja baru dari kk yang sudah ada. Contoh reusable. Ada 3 morphme nya :
    Re ( prefix )
    Use ( root )
    Able ( suffix )
    Prefix re- membentuk kata kerja baru yang artinya menggunakan kembali.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete