The Hierarchical Structure of Words
Carolyn Mc. Manis dkk. (1991) mengatakan ada dua
fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan melekat pada pangkalnya. Pertama,
pangkal yang diberi imbuhan yang secara normal dapat berkombinasi pada
jenis kata yang sama. Sebagai contoh, akhiran –able dibubuhkan
pada kata kerja, tetapi tidak pada kata sifat atau kata benda. Dengan demikian,
kita bisa menambahkan akhiran ini pada kata kerja seperti; adjust,
break, compare dan debate. Tetapi tidak pada
kata sifat seperti; asleep, lovely, happy dan strong atau
pada kata benda seperti; anger, morning, student dan success. Kedua,
kata-kata yang dihasilkan dari penambahan imbuhan pada beberapa kata atau
morfem secara normal juga merupakan kelas kata yang sama. Misalnya, ungkapan
yang diakibatkan oleh tambahan –able pada kata kerja selalu
menjadi kata sifat. Dengan demikian kata adjustable, breakable,
comparable, dan debatable semuanya adalah kata
sifat.
Kedua fakta tersebut menjadi acuan penting dalam
membentuk kata-kata baru dari kata yang dibentuk yang memiliki dua atau lebih
morfemnya. Hal ini menunjukkan bahwa kata-kata dibentuk berdasarkan hirarkinya.
Kata-kata yang mempunyai lebih dari satu imbuhan tidak dibentuk dengan satu
langkah, akan tetapi dibentuk berdasarkan aturan penambahan imbuhan pada kata
dasarnya.
Sebagai contoh pada kata unuseable, yang
dibentuk dari awalan un-, stem use, dan akhiran -able.
Untuk membentuk kata unuseable, harus memperhatikan struktur
hirarkinya, yakni, awalan un- yang bermakna negasi/penyangkalan
hanya dipasangkan dengan kata sifat untuk membentuk kata sifat yang lain (misalnya; unkind,
unwise, dan unhappy). Selanjutnya akhiran -able dipasangkan
dengan kata kerja untuk membentuk kata sifat. (misalnya; stopable,
doable, dan washable). Oleh karena itu, awalan un-
tidak dapat dipasangkan dengan use karena use adalah
kata kerja, bukan kata sifat. Sehingga, yang lebih dahulu dipasangkan adalah
akhiran -able pada kata use, sehingga menjadi useable dengan
kelas kata sifat lalu awalan un- dipasangkan dengan useable sehingga
terbentuk kata unuseable.
Berikut ini beberapa contoh kata sifat yang terbentuk
dari kata kerja yang ditambahkan dengan akhiran -able:
kata
kerja +-able
= kata sifat
adjust
-
able
= adjustable
break
- able
= breakable
compare
-
able
= comparable
debate
-
able
= debatable
lock
-
able
= lockable
use
- able
= usable
Lain halnya dengan prefiks re- yang
berfungsi membentuk kata kerja baru dari kata kerja yang sudah ada.
Sebagai bahan perbandingan adalah kata sifat reusable. Kata
sifat ini terdiri dari tiga morfem. Yaitu morfem bebas use, dan
dua morfem terikat atau imbuhan derivasional yaitu awalan re- dan
akhiran –able. Awalan re tidak bisa langsung
dipasangkan dengan useable karena awalan re- hanya
dapat dipasangkan pada kata kerja untuk membentuk kata kerja yang lain
(misalnya redo, relive, refuel) sementara useable adalah
kelas kata sifat, seperti yang diterangkan di atas bahwa sufiks –able adalah
pembentuk kata sifat dari kata kerja.
lanjutkan dengan klik https://lamaccamultimedia.blogspot.com/2020/03/proses-pembentukan-kata-bagian-2.html
lanjutkan dengan klik https://lamaccamultimedia.blogspot.com/2020/03/proses-pembentukan-kata-bagian-2.html
NAMA : YUYUN REGITA CAHYANI
ReplyDeleteNIM : 190230072
PROSES PEMBENTUKAN KATA BAGIAN 1
According to the text, I can conclude that ada 2 fakta penting tentang cara bagaimana imbuhan mlelekat pada pangkalnya.
1. Pangkal yang diberi imbuhan secara normal dapat berkombinasi pada jenis kata yang sama. For example : akhiran –able yang dibubuhkan pada verb, tetapi tidak berlaku pada adjective maupun noun. Deengan demikian kita bisa menambahkan imbuhan ini pada kata kerja adjust, break, compare dan debate. Tidak bisa pada adjective asleep, lovely, happy dan strong. Pada noun seperti anger, morning, student dan success.
2. Kata yang dihasilkan dari penambahan imbuhan secara normal juga merupakan kelas kata yang sama. Misalnya, ungkapan yang diakibatkan oleh tambahan able pada kk menjadi kata sifat. Dengan demikian kata adjustable, breakable, comparable, dan debatable semuanya adalah kata sifat.
Berikut ini beberapa contoh kata sifat yang terbentuk dari kata kerja yang ditambahkan dengan akhiran -able:
kata kerja +-able = kata sifat
adjust - able = adjustable
break - able = breakable
compare - able = comparable
debate - able = debatable
lock - able = lockable
use - able = usable
Lain halnya denga prefix re- yang berfungsi membentuk kata kerja baru dari kk yang sudah ada. Contoh reusable. Ada 3 morphme nya :
Re ( prefix )
Use ( root )
Able ( suffix )
Prefix re- membentuk kata kerja baru yang artinya menggunakan kembali.
This comment has been removed by the author.
ReplyDelete